Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengatakan, pemanfaatan biofuel berdasarkan mandatori sejak September memberikan penghematan devisa sebesar US$ 75,88 juta dan penghematan subsidi sebesar US$ 2,84 juta.
"Pemanfaatan biofuel pada September telah memberikan penghematan devisa US$ 75,88 juta dan penghematan subsidi sebesar US$ 2,84 juta," kata Dadan ditemui di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, Rabu (13/11/2013).
Dadan mengungkapkan, pemanfaatan biodiesel pada Oktober telah memberikan penghematan devisa sebesar US$ 85,83 juta. "Jadi total penghematan devisa periode September-Oktober 2013 sebesar US$ 161,71 juta," ujar Dadan.
Saat ini PLN telah melakukan pemanfaatan BBN jenis biodiesel untuk Oktober 2013 sebesar 4.814 kilo liter dan Pure Plant Oil (PPO) sebesar 228 kilo liter.
"Sebelumnya pada September PLN sudah memanfaatkan biodisel untuk pembangkit listrik sebesar 2.088 kilo liter atau setara dengan 0,39% terhadap pemakaian HSD atau solar untuk pembangkit listrik diesel," tutur Dadan.
Dadan menambahkan, pasca diterbitkan Permen ESDM nomor 25 Tahun 2013, hingga akhir September 2013 telah terjadi peningkatan mandatori pemanfaatan biodisel pada BBM PSO (subsidi) dan Non PSO sebesar 76% dibandingkan realisasi Agustus 2013 atau sebesar 61% jika dibandingkan dengan realisasi rata-rata Januari-Agustus 2013.Next
(rrd/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Anda sedang membaca artikel tentang
Pemerintah Klaim Program Wajib BBN Hemat Uang Negara Rp 1,6 Triliun
Dengan url
http://thousandbenefitsoftea.blogspot.com/2013/11/pemerintah-klaim-program-wajib-bbn.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Pemerintah Klaim Program Wajib BBN Hemat Uang Negara Rp 1,6 Triliun
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Pemerintah Klaim Program Wajib BBN Hemat Uang Negara Rp 1,6 Triliun
sebagai sumbernya





Posting Komentar